Berikut ulasan 7 fenomena langit yang bisa Anda saksikan di bulan
Oktober 2020 ini:
1. Satu bulan dua purnama: 2 dan 31 Oktober 2020
Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo mengatakan bahwa di
bulan Oktober 2020 ini ada fenomena langit yang khas yaitu dalam satu bulan
akan terjadi dua kali bulan purnama. Bulan purnama adalah bulan dalam fase
mendekati atau tepat sama dengan 100 persen sebagai konsekuensi dari oposisi
bulan.
Berdasarkan perhitungan, Bulan purnama pertama akan terjadi pada
Jumat 2 Oktober 2020 pada dini hari pukul 04.07 WIB. Sementara, bulan purnama
kedua akan terjadi pada Sabtu 31 Oktober 2020 yaitu pada pukul 21.51 WIB.
2. Merkurius di titik tertinggi: 1 Oktober 2020
Dijelaskan Marufin, dalam terminologi astronomi disebut elongasi
timur maksimum Merkurius. Ini adalah fenomena, di mana jarak sudut terbesar
yang bisa diraih planet Merkurius dalam perjalanannya mengelilingi Matahari
dapat dilihat dari Bumi. "Pada elongasi maksimum ini, Merkurius akan
berkedudukan setinggi hampir 26 derajat di atas kaki langit barat pada saat
Matahari terbenam dan baru akan menghilang dari pandangan mata lebih dari satu
jam kemudian," kata Marufin kepada Kompas.com, Kamis (1/10/2020).
Selepas 1 Oktober, kedudukan Merkurius pun berangsur-angsur
menurun hingga kemudian lenyap dari langit barat, seiring terjadinya konjungsi
dalam Merkurius pada 26 Oktober 2020 mendatang.
3. Puncak konjungsi Venus-Regulus: 3 Oktober 2020
Berdasarkan keterangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
(Lapan), selama sepekan berturut-turut sejak 30 September hingga 6 Oktober,
Venus akan mengalami konjugsi atau kesejajaran dengan Regulus. Puncak dari
konjungsi Venus-Regulus di rasi Leo ini adalah pada 3 Oktober 2020, pukul 06.04
WIB dengan sudut pisah hanya 5 menit busur.
Fenomena ini dapat disaksikan dari arah Timur-Timur Laut mulai
pukul 04.00 WIB selama kondisi langit cerah, bebas dari polusi cahaya dan
maupun penghalang di sekitar medan pandang.
4. Asteroid 2020 SX3: 8 Oktober 2020
Diprediksikan pada Kamis 8 Oktober 2020 mendatang, asteroid 2020
SX3 akan lewat dekat Bumi. Jarak lewat asteroid ini dengan Bumi adalah hanya
4,4 kali lipat jarak rata-rata Bumi-Bulan, atau setara 1,7 juta
kilometer.
5. Matahari melintasi Jakarta: 8 Oktober 2020
Pada hari yang sama dengan asteroid 2020 SX3 lewat dekat bumi,
terjadi juga fenomena matahari yang akan melintasi Jakarta. Fenomena ini adalah
peristiwa di mana deklinasi Matahari senilai dengan garis lintang yang melewati
kota Jakarta. Sehingga, kata dia, manakala Matahari berkedudukan tepat di atas
kepala atau menempati titik zenith kota Jakarta. "Bayang-bayang akibat
penyinaran Matahari di Jakarta akan menghilang untuk sesaat," ujar
Marufin. Peristiwa ini akan terjadi pada Kamis (8/10/2020) pukul 11.40 WIB.
6. Puncak hujan meteor Draconids: 8 Oktober 2020
Berdasarkan keterangan Lapan menyebutkan, hujan meteor Draconids
akan aktif di langit Indonesia sejak tanggal 6-10. Namun, periode puncaknya
dalah pada 8 Oktober 2020 dan dapat disaksikan sejak pukul 18.15 hingga 21.30
WIB. Baca juga: Tertangkap Lensa Lapan, Apa Itu Fenomena Nebula Seperti
Awan Warna-warni?
7. Bulan sabit termuda: 17 Oktober 2020
Seperti diketahui, bulan sabit termuda menjadi penentu awal bulan
kalender Rabiul Awwal (bulan ketiga) dalam kalender 1442 Hijriyah. Di
Indonesia, kata Marufin, diperhitungkan akan setinggi +6,75 derajat hingga 8
derajat pada saat Matahari terbenam, sehingga diprakirakan masih ada di atas
ufuk barat kala Matahari terbenam. "Intitusi seperti Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beserta Lembaga Falakiyah Pengurus Besar
Nahdatul Ulama akan mengamatinya sebagai program rutin yang menjadi bagian
timekeeping kalender (mengomparasi jalannya kalender dengan fenomena langit
acuan)," jelasnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fenomena
Langit Oktober: Hujan Meteor Draconids hingga Asteroid 2020 SX3", Klik
untuk baca:
https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/01/160500623/fenomena-langit-oktober--hujan-meteor-draconids-hingga-asteroid-2020-sx3?page=all.
Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Bestari Kumala Dewi

0 Comments