Ayah harus menunjukkan lebih banyak cinta untuk Moms yang sedang hamil
Kehamilan selalu menjadi hal yang membahagiakan, apalagi
bagi pasangan yang baru menikah. Tapi selain itu, calon orang tua baru juga
akan menghadapi ketakutan luar biasa dengan kondiri yang belum pernah dialami
sebelumnya.
Perubahan ini terutama terjadi pada ibu hamil. Mereka
mungkin akan merasa cemas dan takut untuk menghadapi perubahan fisik dan psikis
selama hamil.
Karena itu, orang-orang di sekitarnya perlu menjaga dan
mendampingi ibu hamil dengan baik agar kecemasan itu bisa dilalui.
Cara Mendampingi Ibu Hamil dalam Islam
Dalam ajaran Islam, kehamilan adalah perjalanan yang
menuntut tingkat kesadaran yang lebih tinggi akan Tuhan atau taqwa. Islam juga
mengajarkan perawatan yang tepat untuk ibu hamil.
Berikut adalah cara-cara untuk mendampingi ibu hamil dalam
Islam seperti dikutip dari Azislam.
1. Tunjukkan Lebih Banyak Cinta
Menunjukkan cinta dan perhatian pada ibu hamil akan membantu
membuat psikis bumil lebih baik. Emosi perempuan selama hamil sering
berfluktuasi dalam waktu yang singkat.
Selama ini, mereka membutuhkan lebih banyak cinta dan
perhatian dari suaminya. Cinta dan perhatian bahkan dalam bentuk terkecil, akan
membuatnya merasa nyaman dan aman.
"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan
(istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas
sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan
nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang
taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah
telah menjaga (mereka)." (Surah An-nisa: 34)
2. Memberikan Suasana yang Nyaman
Ibu hamil merasa sangat tidak nyaman karena perubahan tubuh
dan fluktuasi hormon yang dialaminya. Dan sudah menjadi tugas sang suami untuk
selalu memberikan suasana yang nyaman.
Sentuhlah dia dengan cinta, belaian, dan hal-hal lain untuk
membuatnya merasa nyaman. Selain itu, suami juga harus menyediakan rumah atau
tempat tidur yang nyaman untuk membantunya merasa nyaman.
3. Menjaga Kesehatan Ibu
Kesehatan ibu hamil dan bayinya adalah prioritas utama.
Suami harus selalu memperhatikan makanan, vitamin, nutrisi, dan menemaninya ke
dokter setiap bulan.
Jika suami perokok, pastikan istri yang hamil tidak
menghirup asap rokok. Juga, selalu ikuti kebiasaan makan yang dalam Islam.
"Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut
kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah
dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada
seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan
memberikan kelapangan sesudah kesempitan." (Surat At-Talaq: 7)
4. Membantu Melakukan Pekerjaan Rumah
Selama kehamilan, perempuan membutuhkan banyak istirahat.
Karenanya, suami bisa membantu ibu hamil melakukan pekerjaan rumah agar tidak
membuatnya lelah.
Seorang suami yang baik harus membantu meringankan beban
pekerjaan rumah istri. Misalnya, bantu dia memasak dan tanyakan apakah ada yang
bisa Ayah bantu.
Jika suami tidak berpikir dia dapat membantu istrinya dengan
pekerjaan rumah, dia dapat meminta orang lain untuk membantunya.
Selain itu pastikan ibu hamil mendapat cukup istirahat, agar
fisik dan psikis ibu hamil tetap terjaga.
5. Membangun Komunikasi yang Intens
Berkomunikasi tentang kehamilan merupakan cara untuk
menunjukkan cinta suami. Misalnya saat membahas nama calon bayi, pendidikan
anak di masa depan, kebutuhan dasar bayi, dan juga harapan orang tua akan bayi
tersebut.
Jangan pernah memutuskan sesuatu tanpa berdiskusi dengan
istri terlebih dahulu karena itu akan membuatnya merasa lebih tertekan. Suami
juga harus berkomunikasi dengan bayi seperti berbicara atau membacakannya
Al-Quran.
6. Mendengarkan Perasaan Ibu
Ibu hamil biasanya mengalami hal-hal yang tidak pernah
mereka alami sebelumnya seperti sakit kepala mendadak, nyeri pinggul,
kehilangan nafsu makan, dan hal-hal semacam itu.
Ketika seorang ibu hamil memberi tahu suaminya tentang perasaan
seperti itu, pastikan untuk tidak pernah mengabaikannya. Biarkan dia tahu bahwa
Anda peduli dan selalu bersamanya selama masa kehamilan ini.
7. Mendekatkan Diri pada Allah SWT
Baik suami ataupun istri harus mendekatkan diri pada Allah
SWT. Harapannya, calon buah hati akan lahir dengan sehat, sempurna secara fisik
dan semua doa baik untuk bayinya.
8. Hindari Pertengkaran
Mungkin akan ada banyak hal yang berbeda selama istri
menjalani kehamilan. Sehingga pertengkaran mungkin saja dialami. Jika ini terdai,
lebih baik menghindari apapun yang memicu pertengkaran dan kemarahan ibu hamil.
Sebab ini akan memengaruhi kesehatan mentalnya saat sedang
hamil.
9. Menemani dalam Persalinan
Seorang suami tidak boleh melewatkan proses apa pun selama
kehamilan mulai dari pertama kali hingga persalinan. Jadilah saksi mukjizat
Allah SWT saat seorang perempuan melahirkan.
Itulah 9 cara mendampingi ibu hamil, semoga bisa diterapkan
oleh Ayah!




0 Comments